Jumat, 06 Maret 2015
Hukuman Mati
Di satu tempat belasan orang berusaha menyelamatkan hidup satu orang, di tempat lain satu orang berusaha menghilangkan hidup ribuan orang lain. Kehidupan yang rumit.
Begitu pula dengan huluman mati. Sebagian orang setuju sebagian lainnya menolak. Ketika ada orang Indonesia yang duhukum mati di negeri orang, hati saya bergolak lakukan pembelaan. Tapi ketika seorang gembong narkotika di hukum mati di negeri sendiri, saya cenderung menyetujui. Bukan karena saya setuju hukuman mati, tapi karena dampak dari narkotika itu yang bisa merusak generasi muda bangsa ini. Ketika peredaran narkotika sudah mencapai taraf membahayakan, huluman mati diharapkan bisa menjadi peringatan bagi bandar/pengedar narkotika untuk tidak lagi coba-coba berbisnis disini. Setujukah saya dengan hukuman mati? Hati kecil saya cenderung menolak. Bukan ditangan kita seharusnya hidup mati orang lain. Jika lakukan kesalahan, sebesar apapun, bukankah selalu ada pintu maaf? Tuhan juga memaafkan orang-orang yang bertaubat. Dan seorang teman mengatakan bahwa hukuman mati menghilangkan fungsi hukuman itu sendiri, membuat jera.
Saya penggemar cerita konspirasi, tapi saya tidak percaya kalau ada negara yang sengaja lakukan konspirasi narkotika terhadap negara lain untuk tujuan-tujuan politik. Hampir semua negara di dunia mengalami permasalahan dengan peredaran narkotika dinegaranya sendiri, sehingga umumnya canangkan perang terhadap narkotika. Tapi saya percaya kalau ada konspirasi mafia narkotika dunia yang menyasar Indonesia. Motifnya tentu saja keuntungan menggiurkan yang bisa diperoleh, mengingat konsumennya lumayan banyak dan aparat penegak hukum kita lemah.
Penerapan hukuman mati terhadap bandar/penyelundup narkotika sebenarnya menegaskan kelemahan kita. Hukuman mati hanyalah pengalihan dari masalah sebenarnya: hukum dan peradilan kita berantakan serta penjara kita diurus para bajingan. Bahkan seorang bandar narkotika masih bisa mengendalikan bisnisnya dari dalam penjara.
Coba dihitung kembali, berapa banyak polisi, jaksa, dan bahkan hakim agung - terjerat narkotika? Apa masih kurang busuknya peradilan kita? Pada peradilan sebusuk itu kita hendak menggantungkan nasib orang? Pada bentuk hukuman yang mustahil bisa dikoreksi?
Hukuman mati selalu bisa digantikan dengan hukuman yang lebih konstruktif: Rampas kemerdekaannya, tapi jangan rampas nyawanya. Pemberlakuan dan pelaksanaan hukuman mati telah memberi ilusi bahwa kita telah bertindak "benar"; padahal akar masalah tak tersentuh. Saat ini, sekitar 229 warga Indonesia terancam hukuman mati di luar negeri. Kita punya posisi moral apa lagi untuk membela mereka? Untuk setiap jatuhnya korban kecanduan narkotika, ada keluarga dan lingkungan yang patut ikut bertanggung jawab mengawasi. Di mana mereka? Dimana orang tua, guru, pemuka masyarakat, alim ulama, media, dll, yang seharusnya bisa berperan dalam mengurangi laju peredaran narkotika di negeri ini.
MAFIA
Istilah mafia makin banyak digunakan dalan kosakata Indonesia. Apa sesungguhnya Mafia itu?
Kata "mafia" bukanlah suatu konsep abstrak, bukan juga sekedar hayalan atau istilah tanpa makna. Mafia adalah suatu organisasi kriminal dengan aturan tak tertulis, tapi keras dan tidak mengenal kompromi. Mafia berarti penindasan, arogansi, kerakusan, monopoli untuk memperkaya diri, kekuasaan dan hegemoni atas orang lain.
Menurut Cesare Terranova: "Dalam dunia mafia, citra kedermawanan dan keberanian harus dihancurkan, karena seorang mafioso adalah kebalikannya."
Mafia Italic juga dikenal dengan La Costa Nostra yang artinya "hal ini milik kita", atau "urusan kita", atau "this is our business."
Mafia berasal dari kepulauan Sicilai. Komplotan ini jadi sarana saling melindungi anggotanya di masa pendudukan Spanyol. Tapi ada juga pendapat bahwa mafia bermula sejak pemberontakan melawan Raja Charles I di Sicilia tahun 1282.
Ada yang bilang, mafia berasal dari teriakan "Ma Fia! Ma Fia!" seorang wanita Sicilia di Palermo yang putrinya habis diperkosa serdadu Perancis. Ada lagi yang bilang bahwa kata MAFIA adalah singkatan "Mortre Alla Francia Italia Anela" (kematian bangsa Perancis untuk tangisan Italia).
Mafia berfungsi sebagai komplotan protektif hingga ke Amerika ketika terjadi eksodus imigran besar-besaran dari Italia abad 19 s/d 20 pertengahan. Banyak orang Italia lebih mengandalkan mafia dalam penyelesaian masalah mereka, dari pada kepolisian lokal Amerika yabg mereka anggap korup.
Selanjutnya, aktivitas kriminal mafia jauh lebih halus, canggih dan global (mendunia). Walaupun begitu, jenis kejahatan mafia tetap sama: pemerasan, rentenir, penyelundupan alkohol, narkoba, prostitusi, judi ilegal, dll. Mafia lah yang menyulap Las Vegas dari gurun gersang menjadi pusat perjudian dunia yang makmur gemah ripah.
Mafia tersebar di seluruh pelosok Italia selama berabad-abad. Setiap jaringan keluarga (corshe) mafia punya sebutannya sendiri sesuai daerahnya. Mafia di Naples disebut "Cammora", di Apulia lebih dikenal dengan "Sacra corona unita". Pemimpin mafia diduga terlibat aktif dalam militer fasisme. Tapi banyak juga kelompok mafia yang desersi dari militer fasis dan berbalik melawan Mussolini.
Sejak awal abad 20, komplotan mafia bermunculan di kota-kota besar AS. Komplotan Mafia Chicago adalah yang tumbuh paling besar, salah satu gembongnya: Al Capone (Scar Face/ Si Muka Codet). Tahan 1931, Al Capone dipenjara di Alcatraz dengan tuduhan penggelapan pajak. Setelah Capone dibekuk, pusat gerakan mafia bergeser ke New York. Ada 5 yang dominan: keluarga Bonanno, Colombo, Gambino, Genovese dan Lucchese.
Mafia punya ritual-ritual tertentu untuk penyambutan anggota baru, seperti pembakaran gambar Santo Katolik yang diolesi darah jari si anggota baru dll. Anggota baru mafia dapat sebutan "Mad Man" (manusia jadi-jadian), dia akan diamati dalam beberapa waktu dan harus membuktikan reputasi kriminalitasnya. Seorang "Mad Man" yang dianggap lulus akan jadi "Sgarrista" (eksekutor) dan akan menerima instruksi sesuai struktur kepemimpinan mafia.
Mafia punya kode etik "tutup mulut" yang disebut Omerta (kejantanan). Setiap anggota pantang memberi informasi tentang kelompok jika tertangkap. Pelanggar Omerta akan dibunuh dan dijejali batu di mulutnya. Yang teguh tutup mulut keluarganya dijamin dan terhormat di kalangan mafia.
Pembalasan dendam atas terbunuhnya anggota mafia juga jadi kode etik. Loyalitas kepada komplotan di atas segalanya. Joe Valachi dari keluarga Genovese adalah anggota mafia pertama yang melanggar Omerta di tahun 1963, di hadapan Komite Kongres AS. Valachi membeberkan bukti-bukti keberadaan mafia. Ini selanjutnya berdampak besar bagi keluarga Genovese yang tidak pernah tersentuh sebelumnya. Di Indonesia mafia bahkan berkembang lebih luas lagi. Ada mafia beras, bbm, elpiji, listrik, dan terakhir mafia DPRD.
Kromosom
Sampai tahun 1955 (satu dari sekian banyak fakta yang diyakini ilmuwan saat itu), semua sepakat bahwa manusia memiliki 24 pasang kromosom. Pengetahuan itu didasarkan penemuan Theophilus Painter (orang Texas) tahun 1921 yang meneliti testis 3 orang yang dikebiri atas permintaan sendiri. Painter mencoba menghitung serabut-serabut kusut dari kromosom-kromosom haploid (tidak berpasangan) yang tampak dalam spermatosit. Dan dia mendapatkan angka: 24.
Beberapa ilmuwan lain mengulang eksperimen Painter, dengan berbagai cara berbeda. Semua sepakat bahwa jumlah kromosom dalam testis manusia: 24. Selama lebih dari 30 tahun, tak seorangpun yang membantah kromosom manusia ada 24, begitu besar keyakinan orang kepada 'kebenaran' itu. Sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan yang menghentikan eksperimen mereka terhadap sel-sel hati manusia, gara-gara mereka hanya temukan 23 pasang kromosom pada tiap sel.
Baru pada tahun 1955, Joe Hin Tjio (orang asal Cirebon yang bermukim di Spanyol) meneliti bermitra dengan Albert Levan (Swedia), kebenaran terungkap. Duet Tjio-Levan lah yang pertama kali membuka mata kita bahwa ternyata kromosom manusia terdiri dari 23 pasang, bukan 24. Bagaimana ceritanya?
Diantara sesama primata, manusia punya perkecualian. Beda paling jelas kita dan kera-kera besar lain: kita punya kekurangan sepasang kromosom. Memang agak mengejutkan ketika ternyata kromosom manusia tidak 24 pasang. Padahal simpanse, gorilla dan orang utan miliki 24 pasang kromosom.
Alasannya bukan karena sepasang kromosom itu tiba-tiba hilang, tapi karena ada 2 pasang kromosom kera besar lain yang bergabung jadi satu pada kromosom manusia. Kromosom 2 ( kedua terbesar) manusia dibentuk oleh gabungan 2 kromosom (ukuran sedang) kera besar. Terlihat dari pola pita-pita hitam kromosom tersebut.
Pada tanggal 22 oktober 1996 ada pernyataan menarik dari Paus Yohanes Paulus II sehubungan dengan evolusi manusia. Pope John Paul II: "ada diskontinuitas ontologis antara kera purba dan manusia modern, ketika Allah tiupkan ruh ke sosok yang semula turunan hewan."
Dengan pernyataan Paus tersebut, bisa dibilang pada tanggal 22 Oktober 1996 itu secara resmi gereja Katolik mulai bisa menerima teori evolusi. Eh tapi saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang pernyataan Paus Yohanes Paulus II sehubungan dengan teori evolusi.
Spesies manusia bukanlah puncak evolusi. Evolusi tidak mempunyai puncak dan yang disebut kemajuan evolusioner itu tidak pernah ada. Bahkan dari sudut pandang biologi, tidak ada satu spesies yang lebih penting ketimbang spesies lain, semua ada karena proses evolusi berjalan.
Dari sudut pandang biologi, spesies manusia tidak lebih penting dari bengkoang. Ya tentu saja kebanyakan manusia lebih mementingkan dirinya. Seleksi alam hanyalah proses ketika bentuk-bentuk kehidupan berubah untuk menyesuaikan diri dengan seabrek peluang yang disediakan oleh lingkungan sekitar.
Secara ekologi, manusia adalah sebuah kisah sukses. Manusia adalah hewan besar paling berlimpah di planet bumi ini. Seluruhnya ada 7 milyar lebih. Kalau semua manusia yang hidup di bumi saat ini ditumpuk, akan setara dengan sekitar 350 juta ton biomassa. Jumlah yang sangat besar.
Jumlah bobot hewan besar lain yang bisa menyaingi atau melebihi jumlah itu adalah spesies-spesies yang telah kita jinakkan (sapi, ayam, kambing). Kontras dengan populasi manusia, gorilla di dunia sekarang tidak sampai 1000, bahkan sebelum kita mulai membantai mereka jumlah mereka tak sampai 10 ribu ekor.
Nah ternyata banyaknya jumlah kromosom tidak menentukan sehebat apa satu spesies dapat menyiasati seleksi alam. Salah satu buktinya ya ini, kita yang berkromosom 23 pasang, jelas-jelas punya banyak keunggulan dari kera-kera lain saudara kita yang punya 24 pasang.
Beberapa ilmuwan lain mengulang eksperimen Painter, dengan berbagai cara berbeda. Semua sepakat bahwa jumlah kromosom dalam testis manusia: 24. Selama lebih dari 30 tahun, tak seorangpun yang membantah kromosom manusia ada 24, begitu besar keyakinan orang kepada 'kebenaran' itu. Sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan yang menghentikan eksperimen mereka terhadap sel-sel hati manusia, gara-gara mereka hanya temukan 23 pasang kromosom pada tiap sel.
Baru pada tahun 1955, Joe Hin Tjio (orang asal Cirebon yang bermukim di Spanyol) meneliti bermitra dengan Albert Levan (Swedia), kebenaran terungkap. Duet Tjio-Levan lah yang pertama kali membuka mata kita bahwa ternyata kromosom manusia terdiri dari 23 pasang, bukan 24. Bagaimana ceritanya?
Diantara sesama primata, manusia punya perkecualian. Beda paling jelas kita dan kera-kera besar lain: kita punya kekurangan sepasang kromosom. Memang agak mengejutkan ketika ternyata kromosom manusia tidak 24 pasang. Padahal simpanse, gorilla dan orang utan miliki 24 pasang kromosom.
Alasannya bukan karena sepasang kromosom itu tiba-tiba hilang, tapi karena ada 2 pasang kromosom kera besar lain yang bergabung jadi satu pada kromosom manusia. Kromosom 2 ( kedua terbesar) manusia dibentuk oleh gabungan 2 kromosom (ukuran sedang) kera besar. Terlihat dari pola pita-pita hitam kromosom tersebut.
Pada tanggal 22 oktober 1996 ada pernyataan menarik dari Paus Yohanes Paulus II sehubungan dengan evolusi manusia. Pope John Paul II: "ada diskontinuitas ontologis antara kera purba dan manusia modern, ketika Allah tiupkan ruh ke sosok yang semula turunan hewan."
Dengan pernyataan Paus tersebut, bisa dibilang pada tanggal 22 Oktober 1996 itu secara resmi gereja Katolik mulai bisa menerima teori evolusi. Eh tapi saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang pernyataan Paus Yohanes Paulus II sehubungan dengan teori evolusi.
Spesies manusia bukanlah puncak evolusi. Evolusi tidak mempunyai puncak dan yang disebut kemajuan evolusioner itu tidak pernah ada. Bahkan dari sudut pandang biologi, tidak ada satu spesies yang lebih penting ketimbang spesies lain, semua ada karena proses evolusi berjalan.
Dari sudut pandang biologi, spesies manusia tidak lebih penting dari bengkoang. Ya tentu saja kebanyakan manusia lebih mementingkan dirinya. Seleksi alam hanyalah proses ketika bentuk-bentuk kehidupan berubah untuk menyesuaikan diri dengan seabrek peluang yang disediakan oleh lingkungan sekitar.
Secara ekologi, manusia adalah sebuah kisah sukses. Manusia adalah hewan besar paling berlimpah di planet bumi ini. Seluruhnya ada 7 milyar lebih. Kalau semua manusia yang hidup di bumi saat ini ditumpuk, akan setara dengan sekitar 350 juta ton biomassa. Jumlah yang sangat besar.
Jumlah bobot hewan besar lain yang bisa menyaingi atau melebihi jumlah itu adalah spesies-spesies yang telah kita jinakkan (sapi, ayam, kambing). Kontras dengan populasi manusia, gorilla di dunia sekarang tidak sampai 1000, bahkan sebelum kita mulai membantai mereka jumlah mereka tak sampai 10 ribu ekor.
Nah ternyata banyaknya jumlah kromosom tidak menentukan sehebat apa satu spesies dapat menyiasati seleksi alam. Salah satu buktinya ya ini, kita yang berkromosom 23 pasang, jelas-jelas punya banyak keunggulan dari kera-kera lain saudara kita yang punya 24 pasang.
Si Pemecah Mesin Kode Rahasia
Setelah menonton film “The Imitation Game” saya baru tahu Alan Mathison Turing. Tidak banyak yang tahu Alan Mathison Turing, kecuali mereka yang sudah nonton Imitation game, padahal orang ini sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Kalau tidak ada Alan Turing, besar kemungkinannya mendekati 100%, kita tidak bisa saling berkomunikasi di media social seperti sekarang ini.
Tentu saja banyak hal yang dilebih-lebihkan di film-film Hollywood, termasuk dalam Imitation game, tapi memang benar riwayat Alan Turing sangat sedih. Alan Turing adalah ahli matematika dan saintis hebat, pelopor pembuat komputer. Sejarawan militer menyebutnya sebagai pemecah kode Enigma!
Mesin kode Enigma (sejenis komputer) yang digunakan oleh Jerman selama PD II untuk mengacak pesan yang disampaikan melalui telekomunikasi radio. Enigma ini benar-benar membuat Jerman unggul di semua penjuru Eropa, pihak Sekutu selalu gagal memecahkan sandi-sandi mesin ini.
Sir Harry Hinsley, orang yang bekerja bersama Turing, berspekulasi kalau Enigma tak terpecahkan, penyerbuan sekutu ke Eropa bisa molor. Peristiwa Stalingrad dan pendaratan Sekutu di Normandia, akhirnya diakui sangat bergantung dari mesin pemecah kode bikinan Alan Turing. Tanpa pemecahan kode Enigma, penyerbuan sekutu ke Eropa baru bisa dilakukan tahun 46-47, tidak tanggal 6 juni 1944. Apalagi kalau setelah bulan juli 1945, bom atom AS tentunya akan lebih banyak makan korban kalau perang dunia II berkepanjangan. (secara tidak langsung, kemerdekaan RI juga bergantung pada hasil kerja Alan Turing ini).
Saat itu, Jerman juga makin menyempurnakan ‘prototip rudal’ V2 yg membawa senjata biologis dan kimia. Perang harus segera diakhiri. Kengerian-kengerian yang menghantui itu untungnya tidak pernah terjadi, karena PD II selesai pada agustus 45, sebagian besar berkat karya Alan Turing cs.
Karena jasanya yang besar, Turing saat itu mungkin disanjung, bahkan dikagumi dan dipuja, ada patungnya yang didirikan ditengah kota London. Sayang sekali, tanggal 9 Juni 1954 di usia 42 tahun, Turing menaburkan bubuk sianida ke atas apel untuk mengakhiri hidupnya, sedih sekali. Tentu saja dengan kematian Turing, bersamanya mati juga kecerdasannya yang amat tinggi dan apapun yang mungkin dapat disumbangkan untuk kemanusiaan.
Alan Mathison Turing, seorang yang berjasa besar bagi kehidupan, tapi hidupnya tragis dan dia terlupakan. Alan Turing lahir di London, 23 juni 1912. Dengan kejeniusan ilmiah, serta minatnya dalam hal-hal ilmiah sudah tampak sejak dia masih kanak-kanak. Tapi konon, Turing tidak berminat dalam hal sejarah, bahasa latin, bahasa inggris atau bidang-bidang yang serupa itu. Tahun 1931, Turing masuk King’s College, Cambridge University, tempat dia memfokuskan diri pada matematika dan ilmu pasti lain,
Turing lah orang pertama yang memulai mengembangkan cikal bakal dari komputer digital yang diberi nama “mesin Turing.” Mesin Turing membaca angka satu dan nol dari pita, yang menguraikan tugas ttt yang harus dilakukan. Ini adalah prinsip-prinsip komputer digital modern juga. Kunci prinsip mesin Turing adalah memberikan instruksi kepada komputer dengan tepat, kemudian komputer akan melakukan tugasnya.
Alan Turing berpendapat bahwa suatu ‘algoritme’ dapat dikembangkan untuk menyelesaikan masalah apapun. Sekarang pendapatnya jadi kenyataan. Satu-satunya bagian yang tersulit yang dihadapi Turing adalah menguraikan masalah itu menjadi langkah-langkah yang dikenali oleh komputer.
1920an, Jerman menciptakan mesin pembuat kode "Enigma" yang membuat mereka yakin bahwa pesan-pesan rahasia yang mereka kodekan tidak bisa dipecahkan. Tapi di awal 1930an, seorang ahli matematika Polandia mulai mencoba memecahkan kode Enigma, ide ini diselesaikan dengan sempurna oleh Turing.
Turing memimpin tim ilmuwan dan ahli matematika yang dibentuk di Bletchley Park di luar kota London dengan tujuan khusus: memecahkan kode Enigma! Tim Turing membuat sebuah komputer pertama yang disebut “Colossus”. Mesin ini dioperasikan dengan 1.500 tabung vakum yang bekerja nonstop 24 jam/hari.
Seiring waktu, model yang diperbaharui dirakit tapi dirahasiakan. Diyakini para ahli bahwa ada 10 buah komputer Colossus yang dibuat tim Turing. Apapun yang terjadi, fakta bahwa mesin Turing membantu memecahkan kode Enigma merupakan terobosan yang menjadi rahasia terbesar pada PD. Dalam istilah praktisnya, artinya sekutu mengetahui dengan tepat rencana apa yang akan dilakukan Jerman sebelum mereka melakukannya. Seberapa besar pengaruhnya? Ini sangat membantu Sekutu memutuskan dimana menyerang pada D-day dan mengelabuhi Adolf Hitler dalam prosesnya.
Tapi ada kalanya juga terjadi krisis, dimana orang jerman mulai menggunakan variasi dari Enigma untuk mengarahkan kapal selamnya dengan kode baru. Dalam keadaan seperti ini, apa yang diketahui Turing dkk jadi seperti tidak berguna, mereka tidak bisa memberi peringatan apapun kepada siapapun. Hasil variasi kode Enigma Jerman ini sungguh mengerikan, banyak kapal perang sekutu beserta awaknya berhasil ditenggelamkan di laut. Dalam keadaan seperti itu, Turing dkk tidak dapat melakukan apa-apa kecuali mencoba dengann tergesa-gesa untuk memecahkan kode baru Enigma tersebut.
Akhirmya, dalam skenario yang sedramatis itu, semua tergantung kepada Turing seorang, konon dia bekerja sendirian di dalam pondok sampai kelelahan. Kecerdasan dan penalaran Turing yang luar biasa akhirnya dapat memecahkan variasi-variassi kode Enigma yang baru, komputer Colossus kembali jadi perkasa.
Setelah PD II berakhir, Turing mengerjakan berbagai mesin yg diyakininya akan menggantikan kecerdasan manusia, ini juga jadi kenyataan. Turing yakin bahwa sebuah mesin dapat dikembangkan meniru kecerdasan manusia, dan benar bahwa inspirasi itu dikatakan ketika kehilangan kekasih. Turing secara harfiah, mencoba mengembalikan cintanya yang hilang ke dalam hidupnya, melalui mesin-mesinnya. Khas terjadi pada orang yang tidak biasa. Alan Turing menulis makalah yang sekarang dikenal sebagai “tes Turing,” sebuah tes standart untuk mengevaluasi kecerdasan sebuah mesin.
Rasa putus asa Turing yang berujung pada bunuh diri dipicu oleh cercaan masyarakat, khususnya media, bahwa dia seorang homoseksual, menyedihkan. Sebetulnya praktek homoseksualitas Turing tidak pernah diutak atik oleh siapapun selama PDII berlangsung. Setelah damai mulai banyak yang resek. Turin diadili dan oleh pengadilan dipaksa lakukan terapi hormon utk mengobati homoseksualnya. 9 Juni 1954, Turing senganja memakan apel yang sudah ditaburinya dengan bubuk potasium sianida, mati pula kecerdasan yang sangat mengagumkan itu.
Apapun yang terjadi, mesin yang dibuat Alan Turing bertahan sampai sekarang sebagai salah satu penciptaan paling besar sepanjang masa. Yaitu: KOMPUTER.
Agustus 2009 , John Graham - Cumming memulai petisi mendesak Inggris meminta maaf kepada anumerta Turing atas hukuman yang diberikan. PM Gordon Brown mengakui petisi, merilis pernyataan 10 September 2009 minta maaf dan menjelaskan pengobatan Turing sebagai ”mengerikan.” Desember 2011 , William Jones membuat e-petisi, meminta Pemerintah Inggris membebaskan Turing dari tuduhan ”perlakuan tidak senonoh." 24 Desember 2013 , Ratu Elizabeth II menandatangani grasi atas segala tuduhan dan hukuman bagi Alan Turing.
Senin, 23 Februari 2015
Jilbab
This trend of young Muslim girls wearing the hijab
is disturbing | Baher Ibrahim http://gu.com/p/2ya4g/stw
Makin banyak anak-anak disuruh orang tuanya pakai
jilbab. Quran bicara hijab dalam konteks perempuan dewasa. Bisa dianggap
'bid'ah.' Untuk dewasa pun, jilbab dalam arti menutup seluruh rambut tidaklah
wajib untuk segala situasi. Nilai prinsipalnya modesty: kesopanan. Etiket.
Agak aneh memang kini fenomena jilbab
dimewah-mewahkan: showing off status sosial ekonomi. Perempuan muslima bisa
menjaga ketaqwaan (Tuhan saja maha tahu) tanpa harus merasa wajib menggunakan
jilbab. Ini pendapat banyak ulama juga. Prihatin jika ukuran ketaqwaan lebih
pada pakaian lahiriyah. Sejalan dengan trend konsumerisme semata-mata.
Ayat Quran tentang jilbab telah dipahami lahiriyah
tanpa memahami konteks zaman itu dan maksud syariahnya. Memakai jilbab bagi
muslima dewasa saat ini lebih merupakan hak, daripada kewajiban yang memaksa
yang tidak memandang kondisi. Para perempuan Muslima di Indonesia, di Amerika,
dan dimana saja, juga punya hak untuk mendapatkan ilmu bahwa banyak pilihan
bagi mereka.
Kalau umat Islam memahami Quran melulu lahiriyah
maka harus membela perbudakan, hukum qishash, poligami, waris laki-laki dua
kali perempuan, dll. Ada nilai-nilai universal yang bisa ditangkap dari Quran yang
penerapannya bisa bersifat bertahap (istidraj) dan situasional. Ini bukan untuk mengecilkan
niat beribadah siapa saja yang berjilbab. Poin saya: ada perbedaan memahami
teks agama dan agar tidak dipaksakan.
Zaman Kejayaan & Peran peradaban Islam
Zaman Kejayaan Islam (750 M -
1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam
menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan,
baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan
dan inovasi mereka sendiri.
Peran peradaban Islam
dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan
Pada kesempatan kali ini saya
mau ceritain tentang sepotong kisah perjalanan sejarah yang seru banget tapi
sekaligus juga ironis dari peradaban yang telah luar biasa berkontribusi
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Peradaban ini adalah pemegang
obor estafet kedua dari perkembangan ilmu pengetahuan umat manusia, yang
pertama dimulai sejak era klasik Yunani, Romawi, Persia, India. Untuk
selanjutnya tongkat obor tersebut diestafetkan ke para ilmuwan-ilmuwan Eropa
yang mulai memasuki Zaman Renaissance.
Lalu peradaban apa yang
menjadi jembatan peralihan antara jaman klasik ke era renaissance dan
enlightenment? Seperti yang bisa ditebak dari judulnya saya akan cerita seru
tentang Zaman Keemasan peradaban Islam dimana seluruh ilmuwan dan cendekiawan
paling briliant di muka bumi ini pada saat itu berkumpul dalam satu
kekhalifahan Arab, Persia, dan Spanyol.
Kalau diperhatikan, banyak
sekali para ilmuwan dari era emas peradaban Islam ini sering disebut pada
berbagai topik dan didiskusikan dalam berbagai kesempatan. Hanya sayangnya,
biasanya mereka yang menyebut tentang era emas peradaban Islam ini tidak
benar-benar mengerti secara mendalam soal apa yang jadi produk dari Zaman
Keemasan Islam tersebut. Dari mulai latar belakangnya, kenapa peradaban itu
bisa menghasilkan begitu banyak perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh siapa aja
yang berperan dibalik itu, faktor pendukung era itu terus berlanjut, sampai apa
yang menjadi penyebab zaman keemasan peradaban Islam itu pada akhirnya hancur.
Kali ini saya akan mencoba
mengupas secara singkat seluruh dinamika era peradaban emas Islam. Tentunya ada
banyak hal yang mungkin saya lewatkan karena tidak mungkin saya bisa merangkum
semua hal yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 500 tahun hanya dengan
sebuah artikel. Tapi moga-moga artikel ini tetap bisa jadi pemicu buat kita
semua untuk mencari tau lebih lanjut tentang dahsyatnya peradaban ini.
Sebetulnya di mana sih era
keemasan Islam itu? Mengacu ke bagian waktu mana sih dalam sejarah?
Sebelum kita lanjut
bahasannya lebih dalam, ada baiknya kita harus tau dulu kapan sebetulnya
Islamic Golden Age itu? Oke jadi yang dimaksud sama Zaman Keemasan Islam itu
adalah sebuah periode ketika Dunia Arab secara politis bersatu di bawah
kekhalifahan. Pada era ini, khususnya di bawah pemerintahan Harun Al Rasyid dan
Al Ma’mun, dunia Islam mengalami kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan budaya
yang luar biasa pesat. Secara tradisional, periode ini punya rentang antara
abad 8 Masehi hingga abad 13 Masehi. Banyak ahli sejarah yang punya pendapat
bahwa periode ini juga ditandai dengan waktu berdirinya Bayt al Hikmah (750 -
1258) yang merupakan pusat studi, perpustakaan, sekaligus universitas terbesar
di dunia pada saat itu. Pada periode yang cukup panjang ini (sekitar 500
tahun), bisa dikatakan tidak ada peradaban lain di muka bumi yang bisa
menandingi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dari mulai
Eropa, Cina, India, semuanya salut dengan kegigihan kekhalifahan yang
menjunjung tinggi ilmu pengetahuan melebihi peradaban manapun pada masa itu.
Tokoh-tokoh dalam Islamic
Golden Age dan ilmu pengetahuan/budaya yang berkembang pesat masa itu.
1. Abu Ali al Husayn Ibn
Abdallah Ibn Al Hasan Ibn Ali Ibn Sina (Avicenna)
Ini
dia nih yang kemungkinan besar semua sudah pada tau. Ibn Sina atau Avicenna
adalah seorang polymath jenius asal Uzbekistan yang benar-benar mendalami
hampir semua ilmu pengetahuan, dari mulai filsafat, kedokteran, astronomi,
sekaligus ilmuwan. Avicenna ini mengeluarkan mahakarya kedokteran yang judul
“Al Qanun fi al Tibb” atau “The Canon of Medicine” dan jadi buku pegangan utama
para mahasiswa kedokteran di penjuru Eropa sampe abad ke 18, atau kurang lebih
700 tahun ke depan! Gile ga tuh!?
Bisa
dibayangkan kalau pada jaman itu, dunia medis masih sangat miskin pengetahuan,
kebanyakan tabib hanya meraba-raba berdasarkan pengalaman tanpa didasari
eksperimen serta pengetahuan yang sahih tentang bagaimana sistem tubuh manusia
bekerja. Nah, pada jaman itu, Avicenna-lah mengumpulkan seluruh pengetahuan
ilmu faal, anatomi, intervensi medis dari jaman klasik Yunani/Romawi dan
Persia/India sejak jaman Hippokrates dan Galen, sekaligus digabung sama riset
medis yang dilakukan sendiri oleh Avicenna. Saking kerennya nih buku, Avicenna
sampai-sampai disebut sebagai “Bapak Pengobatan Modern”.
Pada
masanya, Avicenna ini dikenal sebagai orang yang berpikiran sangat logis dan
rasional, jauh melampaui manusia-manusia pada zamannya. Perkembangan
intelektual Avicenna sangat dipengaruhi dari ajaran Aristoteles dan Plato
sebagai perintis tonggak pertama konsep filsafat logika serta budaya untuk
selalu mempertanyakan segala sesuatu sampai sedalam-dalamnya. Berdasarkan itu,
Avicenna tidak cuma mengembangkan banyak ilmu pengetahuan, tapi juga mengkritik
banyak perkembangan ilmu yang keliru dan masih nyampur-nyampur sama hal-hal
mistis dan supranatural.
Metodologi
Penelitian: Selain buku the Canon of Medicine, Avicenna juga membuat “Kitab al
Shifa” atau lebih dikenal dengan The Book of Healing. Dalam buku itu, Avicenna
meletakkan dasar-dasar dan aturan dalam menjalankan metode eksperimen dalam
mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Sampai akhirnya metode saintifik
tersebut disempurnakan oleh Galileo yang menjadi Bapak Sains Modern.
Astronomi:
Avicenna membantah klaim klaim para astrolog yang menyatakan bahwa pergerakan
benda langit memiliki efek kepada nasib manusia itu adalah hal yang ngaco dan
gak masuk akal. (dalam kitab: Ar Risalah fi Ibtal Ahkam al Nujum)
Kimia:
Avicenna membantah klaim para alkimiawan (alchemist) yang menyatakan bahwa ada
zat yang bisa mengubah timbal menjadi emas yang waktu itu beken dengan istilah
“The Philosopher’s Stone" (ini gak ada hubungannya sama Harry Potter yah!)
Geologi:
Dalam buku “The Book of Healing”, Avicenna juga membuat hipotesa bahwa awal
terbentuknya gunung adalah proses pergerakan permukaan bumi seperti gempa bumi
dan pergerakan sungai.
Fisika:
Dalam bidang mekanika, Avicenna mengelaborasikan teori “motion” atau gerakan.
Sedangkan dalam bidang fisika optik, dia sempat menyatakan bahwa cahaya memiliki
kecepatan. Sampai akhirnya disempurnakan oleh Ole Rømer, Maxwell, dan Einstein.
Psikologi:
Dalam psikologi, Avicenna juga menyatakan bahwa "jiwa" itu sebetulnya
hanya merupakan bentuk persepsi fisiologis kesadaran manusia, dan bukan
merupakan hal yang supernatural. Filosofi mengenai kejiwaan ini mempengaruhi
banyak filsuf Barat jaman Renaissance, terutama René Descartes.
2.
Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq Al Sabbah Al Kindi
Walaupun
namanya tidaksetenar Avicenna atau Al Farabi, Al Kindi bisa disebut sebagai ilmuwan
muslim terbesar sepanjang masa. Awalnya, Al Kindi dipercaya oleh Khalifah Al
Ma’mun buat jadi ketua tim penerjemah naskah-naskah filsafat kuno dari Yunani
dan Romawi di Bayt al Hikmah.
Berarti
dia sambil nerjemahin itu juga sambil baca macam-macam ilmu pengetahuan dari
berbagai sumber paling awal peradaban filsafat klasik. Kalau tidak ada Al
Kindi, jangan harap deh kita bisa kenal yang namanya Avicenna, Al Farabi, dan
Al Ghazali, karena mereka-mereka ini berhutang besar terhadap buah karya terjemahan
dari naskah-naskah kuno hasil jerih payah Al Kindi.
Tapi
jangan disangka Al Kindi kerjaannya cuma nerjemahin doang yah, dengan
pengetahuan yang dia serap itu, dia juga mensintesa hasil pemikirannya sendiri
dengan membuat buku. Berapa banyak bukunya? Total jumlah buku yang dia tulis
tuh lebih dari 260 judul! What?? Orang sakti mana jaman sekarang yang bisa
sanggup nulis buku sebanyak itu?? Ckckkck..
Kalau
saya sebutkan karya-karya tenarnya, saya yakin semua udah ketiduran duluan
saking banyaknya. Buku-buku yang dia tulis itu tidak cuma dari satu disipilin
ilmu lho. Mulai dari filsafat, matematika, kedokteran, fisika, astronomi,
kimia, sampai teori tentang musik dia tekunin abis-abisan.
Berikut
saya sebut saja beberapa kontribusi dia dalam ilmu pengetahuan: dalam bidang
optik, dia menyebutkan bahwa agar mata bisa melihat benda, perlu perantara yang
bisa mengarahin benda itu ke mata kita, dalam hal ini udara. Dalam bidang
kimia, dia bisa dibilang salah satu orang yang pertama kali menyuling alkohol
dan memproduksi alkohol pabrikan dalam jumlah banyak. Selain itu, dia juga
menentang para ahli alkimia yang mengatakan unsur bisa berubah-ubah. Dalam
bidang matematika, Al Kindi merupakan salah satu orang pertama yang
mengadaptasi angka India jadi sistem bilangan Hindu-Arab (0-9) yang kita pakai
sampai saat ini. Keren abis kan?
3.
Abu al Fath ‘Umar Ibn Ibrahim Al Khayyam
Al-Khayyam
atau Omar Khayyam adalah seorang matematikawan, astronom, dan pujangga yang
hebat! Tuh kan, siapa bilang ilmuwan nggak romantis? ..LOL. Ilmuwan Persia ini
lahir di Nishapur-Iran, menimba ilmu matematika di Samarkand, lalu kerja
sebagai astronom di kota Bukhara, dua-duanya sekarang terletak di Uzbekistan.
Sumbangan
terbesar Khayyam di dunia matematika adalah Segi Empat Khayyam-Saccheri, yang
dia temukan pas lagi pusing mau menerangkan ke masyarakat matematika soal
postulat-postulatnya Euclid. Selain itu, dia juga dikenal sebagai orang yang
pertama kali secara lengkap ngejabarin konsep Segitiga Pascal. Sehingga saat
ini banyak ahli matematika yang sebenernya menyebut penjabaran binomial ini
sebagai “Segitiga Khayyam-Pascal”.
Dalam
dunia astronomi, ia bisa membuktikan bahwa Bumi berputar pada sumbunya. Selain
itu, dia juga salah satu anggota tim perumus kalender Iran yang dikenal sebagai
Jalali Calendar. Terakhir jangan lupa sama buku puisinya yang paling terkenal,
yaitu Rubaiyat of Omar Khayyam. Rubaiyat ini udah diterjemahin ke puluhan
bahasa di dunia lho!
4.
Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi
Ini
dia tokoh yang juga paling mendunia namanya. Al Khwarizmi adalah Ilmuwan asal
Khwarezm, Uzbekistan, ini berasal dari keluarga dengan latar belakang penganut
agama Zoroastrianisme (Majusi).
Ilmuwan
ini sering banget namanya kita sebut tanpa sadar, Yes betul, kata Algoritma
berasal dari nama ilmuwan ini. Kontribusi terbesarnya ialah mengembangkan
pendekatan khusus untuk memecahkan persamaan linear dan kuadrat, yang kita
kenal dengan nama Aljabar. Konsep aljabar ini, dia tulis dalam Kitāb Al
Mukhtasar fi Hisāb al Jabr wa’l-Muqābalah atau “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi
dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan”.
Selain
itu, beliau inilah yang berhasil memetakan pergerakan matahari, bulan, dan
kelima planet yang dia tulis dalam kitab Zīj al-Sindhind (Perhitungan Astronomi
Pakistan dan India). Al Khwarizmi juga ditugaskan oleh Khalifah Al Ma’mun untuk
membuat peta dunia, sekaligus mengukur keliling bumi melalui proyeksi terhadap
gerakan matahari dan pendekatan matematis. Proyek ini menghasilkan salah satu
kitab terbesarnya juga yaitu Kitāb surāt al-Ardh (Kitab Citra Permukaan Bumi),
yang lebih terkenal di Barat dengan judul “Geography”.
5.
Nasir al Din Tusi
Tunggu!
Siapa nih Al Tusi? Saya yakin pasti banyak dari kita yang bahkan belum pernah
mendengar nama tokoh ini. Ilmuwan Persia abad ke 13 ini merupakan ilmuwan yang
lumayan terakhir nongol di dunia Islam, setelah Baghdad diluluhlantakkan oleh
bangsa Mongol dibawah kepemimpinan Hulagu Khan.
Karena
terjadi pergeseran kekuasaan, Tusi mengabdikan dirinya kepada Khan. Apa sih
istimewanya Tusi? Sama seperti ilmuwan yang gua sebut sebelumnya, doi juga
seorang polymath yang nguasain banyak banget bidang ilmu kaya matematika,
astronomi, fisika, kimia, biologi, serta sastra. Tapi yang paling bikin ilmuwan
ini adalah teorinya tentang mekanisme Seleksi Alami yang membentuk
keanekaragaman hayati di dunia, yang dia kemukain 750 tahun sebelum Charles
Darwin dan Alfred Wallace, duet pengungkap rahasia Seleksi Alami.
Tusi
mengatakan bahwa organisme-organisme yang lebih cepat untuk bermutasi dan
berubah bentuk/memiliki perubahan fungsi organ akan lebih bervariasi
dibandingkan individu lainnya. Badan organisme tersebut berubah karena faktor
internal dan eksternal. Ini nih, yang merupakan titik awal pemikiran manusia
tentang asal mula spesies terbentuk.
"The
organisms that can gain the new features faster are more variable. As a result,
they gain advantages over other creatures. [...] The bodies are changing as a
result of the internal and external interactions."- Al Tusi, Kitab Akhlaq-i-Nasri
Selain
mencetuskan gagasan tentang seleksi alami, Tusi juga merupakan orang yang
berjasa dalam memberikan jalan untuk munculnya era Renaissance di Eropa, karena
dialah yang menyelamatkan 400,000 buku ketika Bayt al Hikmah dihancurkan oleh
Mongol. Ia membawa kabur naskah-naskah tersebut ke Observatorium Maragheh,
Azerbaijan. Di tempat itu ia melanjutkan risetnya tentang pergerakan Bumi yang
akhirnya menjadi inspirasi bagi Nicolaus Copernicus tiga abad kemudian sebagai
orang pertama yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari, bukan
sebaliknya.
6.
Abu al Walid Muhammad Ibn Rushd
AverroesIbn
Rushd atau lebih dikenal dengan nama Averroes adalah seorang polymath muslim
yang lahir di daerah Andalusia, Spanyol. Cakupan bidang yang dia pelajari sangat
luas dari mulai logika, filsafat, psikologi, geografi, matematika, sampai
kedokteran. Ibn Rushd dikenal sebagai ilmuwan muslim terakhir yang dengan gigih
memperjuangkan nilai-nilai logika dan metode sains dalam kebudayaan Islam
ditengah gerakan dari lawan pemikirannya yaitu Al Ghazali yang mengkritik bahwa
pencampuran ajaran filsafat Yunani dari jaman Aristoteles hingga, Avicenna dan
Al Farabi itu sesat dan tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Gara-gara
pembelaannya terhadap filsafat Yunani dan metode sains, dirinya dikucilkan dari
komunitas Islam dan dianggap sesat oleh tiga agama sekaligus, Islam, Kristen,
dan Yahudi. Sampai akhirnya khayatnya, Ibn Rushd tetap setia sama pandangannya
bahwa ilmu pengetahuan, filsafat, dan agama bisa berjalan beriringan. Ironisnya,
Ibn Rushd dikenang sebagai pejuang terakhir (sayangnya gagal) yang melakukan
perlawanan terakhir para ilmuwan Islam untuk mengedepankan logika dan
pendekatan metode saintifik.
Perkembangan ilmu
pengetahuan sebelum peradaban Islam
Sebelum masuk ke bahasan
utama, saya ingin singgung sedikit saja perkembangan ilmu pengetahuan sebelum
peradaban emas Islam yang nantinya bakal banyak jadi sumber inspirasi dari
perkembangan budaya dan filosofis Islamic Golden Age. Sebelum era Islamic
Golden Age, perkembangan ilmu pengetahuan bermula secara terpisah dari Yunani,
India, dan Persia.
Era filsafat klasik Yunani
dimulai abad 6 sebelum Masehi, yang menjadi titik fondasi filsafat dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Pada era inilah, konsep awal sebuah negara
dibuat, hukum-hukum logika, deduksi, induksi, silogisme digagas. Pada era
inilah juga klasifikasi ilmu yang kita ketahui sekarang dirangkai, dari mulai
biologi, matematika, astronomi, ekonomi, politik, hukum, dlsb.
Sementara itu di India dan
Persia, peradaban kuno di sana sudah bikin penghitungan sampai 1012 yang
ditulis pada Kitab Yajurveda (1200 SM). Pada 800 SM, seorang filsuf bernama
Baudhyana, telah memikirkan konsep dasar teorema Pythagoras. Dalam dunia
astronomi, kitab Vedanga Jyotisa (abad 6-4 SM) sudah membahas masalah
perhitungan kalender, pengukuran astronomis, dan penetapan aturan-aturan dasar
observasi benda langit. Kemudian angka yang kita pakai sekarang (0-9) awalnya
dikembangin oleh matematikawan India di jaman dinasti Maurya. Sementara itu,
konsep angka 0 (nol) sendiri juga pertama kali dikembangin oleh Aryabhata
(kira-kira 500 M) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Al Khwarizmi
(780-850 M) dan Al Kindi (801-873 M). Jadi banyak yang sekarang salah sangka
bahwa angka ini disebutnya “angka Arab”, harusnya yang benar itu “angka
Hindu-Arab”.
Nah, itulah tadi sebagian
dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dari Yunani, India, dan Persia yang
memberikan kontribusi yang besar kepada perkembangan ilmu pengetahuan
kekhalifahan zaman keemasan Islam. Sekarang kita langsung saja mulai tentang
awal terbentuknya peradaban keren ini.
Apa yang menjadi pemicu
lahirnya peradaban emas Islam ini?
Secara sederhana, era ini
dipicu oleh banyak hal yang saling mendukung satu sama lain. Hal pertama adalah
ketika khalifah pertama Dinasti Umayyah yaitu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan (setelah
para khalifah Rashidun: Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali’) melakukan invasi ke
daerah Trans Jordania dan Syiria sampai dia menemukan banyak sekali
manuskrip-manuskrip kuno di Kota Damaskus yang diwariskan dari perkembangan
ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi (Sokrates, Plato, Aristoteles, Galen,
Euclid, dsb). Berdasarkan penemuannya itu, Mu’awiyah terinspirasi buat bikin
pondasi peradaban Islam yang berdasarkan ilmu pengetahuan.
Pemicu yang kedua, adalah
karena pada saat yang bersamaan kekhalifahan Ummayyah sedang mengadopsi
teknologi penulisan naskah di atas kertas yang awalnya berkembang di Tiongkok.
Dengan perkembangan teknologi penulisan itu, Mu’awiyah juga menyewa tenaga
ilmuwan-ilmuwan dari Yunani dan Romawi untuk melakukan terjemahan terhadap
naskah-naskah kuno tersebut ke dalam bahasa Arab.
Pemicu ketiga adalah ketika
dinasti Ummayah beralih menjadi dinasti Abbasiyah yang ditandai perpindahan
pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad di Mesopotamia. Dengan perpindahan
pusat pemerintahan itu, yang dulunya (waktu di Damaskus) peradaban Islam
mendapat pengaruh kebudayaan dan ilmu pengetahuan dari Yunani dan Romawi, dan
di Baghdad dapat tambahan pengaruh lagi dari kebudayaan Persia dan India.
Komplit lah sudah! Seluruh sumber ilmu pengetahuan terlengkap yang dimiliki
umat manusia (Yunani, Romawi, Persia, India) pada saat itu akhirnya bisa kumpul
di satu titik lokasi.
Pemicu yang keempat adalah
pengaruh 2 orang khalifah besar, yaitu Harun Al Rasyid dan anaknya, Al Ma’mun
yang punya cita-cita mulia untuk membangun peradaban Islam yang menjunjung
tinggi perkembangan sains, logika, rasionalitas, serta menjaga kemajuan ilmu
pengetahuan serta meneruskan perkembangan ilmu yang telah diraih oleh Bangsa
India, Persia, dan Byzantium. Tanpa adanya peran mereka berdua yang menjunjung
tinggi ilmu pengetahuan, Zaman Keemasan Islam kemungkinan tidak bakal pernah
muncul pada masa itu.
Apa sih yang menjadi
penyebab redupnya masa peradaban emas Islam?
Oke, kalau di atas kita udah bahas
beberapa ilmuwan dari zaman keemasan Islam yang menjadikan kerajaan
kekhalifahan sebagai titik tonggak perkembangan ilmu pengetahuan yang bikin
seluruh dunia terkagum-kagum dan angkat topi dengan peradaban ini, nah sekarang
kita bahas tentang apa sih yang menjadi pemicu berakhirnya era emas ini. Sejauh
penelusuran saya, ada dua hal signifikan yang menjadikan pemicu berakhirnya era
emas ini.
Pertama adalah kritik dari Al
Ghazali yang menentang pengaruh dari filsafat Yunani yang mejunjung tinggi
logika dalam penalaran ilmu dalam peradaban dunia Islam. Kendati Ibn Rushd
bersikeras bahwa tidak ada kontradiksi antara filsafat Avicenna dan Al Farabi
dengan ajaran agama, Al Ghazali tetap menyatakan "perang" terhadap
pengaruh filsafat Yunani dan menginginkan pemurnian ajaran agama Islam. Sejak
perubahan filosofi pemurnian itulah, Zaman Keemasan Islam mengalami kemunduran
drastis, sehingga jarang sekali menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti pada
abad 9-11 silam.
Kedua, faktor lain yang turut
mendorong runtuhnya era emas ini adalah serbuan dari bangsa Mongol yang
akhirnya meluluh-lantakkan Baghdad bersama dengan perpustakaan sekaligus pusat
ilmu pengetahuan paling lengkap saat itu, Bayt Al Hikmah. Penghancuran ini
sering dianggap sebagai titik balik penurunan dunia Islam di bidang
pengetahuan. Untungnya, ratusan ribu manuskrip dari Bayt Al Hikmah sempat
diselamatkan oleh Al-Tusi ke Observatorium Maragheh, Azerbaijan yang kemudian
menjadi sumber referensi dan inspirasi para ilmuwan Eropa pada zaman renaissance
dan enlightenment.
Apa sih hikmah yang bisa
kita ambil dengan menelusuri lebih dalam tentang Islamic Golden Age ini?
Sudah menjadi rahasia umum
bahwa sejak tragedi WTC 11 September 2001, peradaban Islam mendapat tantangan
yang besar, terutama perubahan paradigma sebagian masyarakat dunia yang
mengasosiasikan Islam dengan stigma negatif seperti terorisme, represi gender,
hukum syariat, dlsb. Peristiwa 9/11 dan banyak konflik perang di Timur Tengah
menjadi pemicu perang urat-syaraf antara dunia Islam dengan sebagian Barat
hingga saat ini.
Melihat fenomena sosial
seperti itu, banyak cendekiawan Islam yang mencoba untuk
"mengingatkan" kembali bahwa peradaban dunia modern saat ini
sebetulnya berhutang banyak terhadap era emas peradaban Islam di dalam setiap kesempatan,
entah itu di ruangan kelas, mesjid, madrasah, atau forum yang terbuka untuk
umum. Untuk hal yang satu itu saya sangat sepakat banget bahwa kita nggak boleh
melupakan kontribusi era emas peradaban Islam. Namun sayangnya, masih banyak
dari bentuk diskusi itu yang lupa akan esensi sesungguhnya yang bisa kita
dapatkan dari peradaban yang luar biasa ini. Esensi yang saya maksud ini adalah
apa sih yang menyebabkan dunia Islam sempat menjadi pemegang obor estafet ilmu
pengetahuan yang menerangi seluruh dunia? dan apa sebetulnya hal yang membuat
era emas ini berakhir? Karena dengan mengetahui pemicu jatuh-bangunnya sebuah
era emas, kita bisa banyak belajar untuk membangun kembali hal yang sama serta
belajar dari kesalahan masa lalu untuk tidak mengulanginya kembali.
Dari apa yang ceritakan di
atas, saya ingin kita semua paham betul bahwa peradaban Islam pernah begitu
maju karena peradaban Islam saat itu sangat menjunjung tinggi akses ilmu
pengetahuan yang terbuka dari berbagai macam sumber. Mereka bisa maju dengan
menghargai para ilmuwan sebelumnya kendati berasal dari kebudayaan berbeda
(Yunani, Romawi, Persia, India) sebagai pemegang tongkat estafet pertama yang
merapihkan cara pandangan kita mengenai klasifikasi ilmu dan logika. Peradaban
Islam dulu begitu maju karena menghargai perbedaan serta terbuka dengan
kelompok lain seperti Yahudi, Nasrani, Sabian, dan Zoroaster (Majusi) untuk
ikut bersama-sama membangun dunia ini dan berkontribusi mengembangkan ilmu
untuk menjadikan dunia ini lebih baik.
Peradaban inilah yang menjadi
jembatan peralihan dari ilmu filsafat yunani klasik yang abstrak menuju subjek
yang lebih konkrit dengan penalaran observasi dan pendekatan empiris. Peradaban
inilah yang mulai meraba-raba kaidah-kaidah metode penelitian ilmiah sampai
akhirnya disempurnakan oleh para ilmuwan Eropa yang memegang tongkat estafet
ketiga yang juga sempat jatuh-bangun karena pengaruh Gereja Katolik Roma yang
melarang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dark Age. Sampai akhirnya
lahirlah para "pahlawan baru" di Eropa yang kembali menggebrak dunia
dengan pemahaman yang baru seperti Galileo Gelilei, Copernicus, Darwin, Newton,
hingga Einstein.
Sekarang siapakah pemegang
obor estafet berikutnya? Mungkinkah Bangsa Indonesia bakal ikut juga
berkontribusi dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan?
Langganan:
Postingan (Atom)