Selasa, 07 Oktober 2014

Kelompok Aliran Dalam Islam (4)

Penyebaran Salafi Jihadi di Indonesia.

Sekarang saya bahas tentang kelompok Jihadi. Adakah Hubungannya kelompok ini dengan dengan Gerakan Salafi dan Ikhwan?.

Mewabahnya gerakan Jihadi di picu perang Afganistan. Perang ini telah mengundang solidaritas kaum muslim dari berbagai negara Islam. Para mujahid itu kemudian mengembangkan suatu strategi dan metode perjuangan tersendiri. Perjuangan yang berbeda dengan gerakan Islam di negara asalnya. Meskipun demikian bahan baku utama gerakan ini terutama berasal dari gerakan Salafi Haroki dan Ikhwan Quthbiyah. Tentang Salafi Haroki dan Ihwan Quthbiyah sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya.

Doktrin gerakan Jihadi adalah buah perkawinan antara konsep keislaman Salafi Haroki dan pemahaman keislaman Ikhwan Quthbiyah. Pemikir besarnya adalah 1. Abdullah Azzam, 2. dr. Ayman Al Zawahiri, 3. Abu Muhammad Al Maqdisy.

Dengan terbentuknya doktrin, strategi dan metode perjuangan sendiri, maka gerakan Jihadi pada akhirnya semakin menemukan bentuknya, yang dapat di bedakan dengan ikhwan atau salafi, 2 gerakan yang menjadi bahan baku utama gerakan ini. Pertemuan antara pengikut Ikhwan Quthbiyah dan Salafi Haroki inilah yang menjadi tiang utama gerakan Jihadi. Saya istilahkan Gerakan Jihadi ini adalah anak haram dari hasil hubungan gelap antara Islam Salafi dan gerakan Islam Ikhwan.

Pengikut gagasan ini sebagian besar adalah alumni Afghanistan, Moro dan Chechnya. Agenda utamanya Jihad Global. Jika di runut kebelakang munculnya Al Qaeda berawal dari peran Rabhitah Alam Islami (Liga Muslim se-dunia) dan Ikhwanul Muslimin.

Dua organisasi tersebut mendirikan Maktab al Khidmah (kantor pelayanan) bagi para pejuang mujahidin di Afghanistan yang di pimpin abdullah azzam. Maktab al Khidmah ini kemudian berkembang menjadi Maktab al Bayyinat (kantor informasi).

Maktab al Bayyinat berfungsi juga menerima bantuan dari para dermawan muslim. Maktab ini memiliki database para pejuang mujahidin di seluruh dunia yang berjuang di Afganistan. Maktab ini juga memiliki banyak cabang di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Maktab ini melaksanakan misi pelatihan kemiliteran dan mengatur teknis dan jadwal keberangkatan ke medan pertempuran di Afganistan. Setelah Abdullah Azzam terbunuh, Osama bin Laden kemudian mengendalikan Maktab al Bayyinat. Osama bin Laden kemudian mendesainnya menjadi sebuah pusat data untuk para mujahidin Afghanistan. Sehingga di kenal dengan nama Al Qaeda (Qaidatul Bayanat). Dengan adanya database tersebut, maka Osama bin Laden dapat mengendalikan berbagai kelompok salafi di seluruh dunia. FYI: Osama bin Laden dulu adalah anggota Ikhwanul Muslimin Arab Saudi.

Aiman Az-Zhawahiri menyebutkan, Osama bin Laden keluar dari IM sebelum pergi ke Afghanistan melawan Uni Soviet. Interaksi kepentingan dan budaya serta ideologi secara internasional di Afganistan telah membangun kesamaan semangat, visi, strategi tujuan perjuangan gerakan Jihadi untuk menegakkan Daulah Islamiyah, Khilafah Islamiyah dan Formalisasi syariat Islam serta bersikap anti barat.

Kelompok Jihadi ini ingin mendirikan negara islam di Afghanistan (Taliban) untuk membangun Khilafah Islamiyah. Strategi untuk mendirikan negara Islam, pada hakekatnya sejalan dengan cita-cita Salafi Haroki, Ikhwanul Muslimin, dan Hizbut Tahrir.

Bagaimana dengan gerakan jihadi ini di Indonesia? Bahan baku gerakan jihadi di Indonesia terutama berasal dari Darul islam faksi Abdullah Sungkar. Dalam konteks rekruitmen dan pematangan jihad, Abdullah sungkar dan Abu Bakar Baasyir merupakan tokoh kunci.

Jumlah mereka yang pernah di kirim ke Afgan atau Moro telah mencapai ratusan mujahid. Mereka inilah yang kini mentransmisikan pemikiran-pemikiran Jihadi. Termasuk strategi dan taktik perjuangan di kalangan masyarakat Islam Indonesia. Basis pendukung gerakan Jihadi umumnya masih didominasi pengikut Darul Islam. Khususnya alumni Afganistan dan Moro.

Gerakan Jihadi di Indonesia menamakan diri Jamaah Islamiyah yang merupakan jaringan Salafi Haroki. Abu Bakr Ba'asyir merupakan figur yang berideologi salafi haroki dan memiliki jaringan dengan lembaga-lembaga Salafi, Al haramain dan As Shofwa.

Gerakan Jihadi tentu sangat berbahaya, kejadian penggerebekan teroris Ciputat pada tahun baru 2014 telah membuka rencana teror mereka. Mereka berenca akan meledakkan beberapa kantor kedutaan asing dan beberapa tempat ibadah di Indonesia.

Di timur tengah, seperti di Irak gerakan Jihadi tidak hanya mengancam barat tapi juga sesama kaum muslim yang berbeda aliran. Para peziarah kaum syi'ah sering menjadi sasaran teror bom yang di lakukan oleh gerakan Jihadi.

Saya tidak bisa membayangkan jika benih-benih gerakan Jihadi ini tumbuh subur di negeri ini. bisa-bisa suatu saat merayakan Maulid Nabi di bom. Ada kelompok memperingati kematian ulama seperti haul di bom, ada tahlilan di Bom, makam-makam auliya' di bom. Naudzubillah.

Indikasi ini sudah ada, seperti beberapa waktu lalu makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI, dirusak sekelompok orang. Di coreti syirik. Bukan tidak mungkin, makam-makam Sunan yang bertebaran di tanah Jawa yang ramai oleh peziarah akan menjadi sasaran berikutnya. Maka dari itu, kita tidak boleh lengah dengan keberadaan gerakan Jihadi ini, dengan mengenali ciri-ciri dasar paham keagamaan gerakan ini. Sekian dulu nanti dilanjutkan dengan pembahasan tentang Hizbut Tahrir.

Kelompok Aliran Dalam Islam (3)


Penyebaran Ikhwanul Muslimin di Indonesia.

Sebelumnya ketika membahas Salafi, saya membagi Salafi yang masuk di Indonesia menjadi 3; Salafi Wahabi, Salafi Haroki/Sururi dan Salafi Jihadi. Salafi Wahabi dan Salafi Haroki/Sururi sudah saya bahas, tinggal Salafi Jihadi. Salafi Jihadi akan saya bahas setelah bagian Ikhwanul Muslimin (IM)yang akan aku bincangkan sebentar lagi. Bahasan soal kelompok Salafi Jihadi akan masuk dalam bagian tulisan Kelompok JIHADI (Salafi Jihadi & Ikhwan Quthbiyah). Nanti setelah IM.

Pada awal tahun 1962, paman Gus Dur dari garis Ibunya, Aziz Bisri sempat mendorong Gus Dur untuk mendirikan Cabang Ikhwanul Muslimin. Azis Bisri adalah adik laki-laki Solichah, Ibu Gus Dur. Ia salah seorang pengagum Ikhwanul Muslimin kala itu. Gus Dur sempat mempertimbangkan usulan itu, namun usaha itu segera terputus, karena ke Kairo untuk melanjutkan Study pada bulan November 1963. Dan di Kairo Gus Dur pada akhirnya menentukan posisinya terhadap ide-idenya.

Ikhwanul Muslimin, di dirikan oleh Hasan Al Banna pada tahun 1928, dua tahun setelah Nahdlatul Ulama, NU berdiri pada tahun 1926. Berbeda dengan Salafi/Wahabi yang non politik, Ikhwanul Muslimin sangat kental dengan perjuangan politik.

Dalam hal amaliah dan teologinya Salafi dan Ikhwanul Muslimin cukup berbeda. Salafi tidak mengenal Dzikiran, maulid nabi atau tawasul dsj. Dalam Ikhwanul Muslimin masih ada dzikir, Maulid Nabi dan amalan-amalan seperti halnya NU. Paling tidak, Ikhwanul Muslimin tidak mengharamkannya.

Dalam perjuangan politiknya, Ikhwanul Muslimin menerima sistem demokrasi dan nasionalisme. Yang penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara, dan berusaha menegakkannya dalam suatu negara. Oleh karena itu, perlu melakukan jalur politik kekuasaan dengan membentuk partai politik dan ormas. Kekuatan utama gerakan ini adalah pembentukan kelompok pengajian2 (halaqah) kecil yang mengimplementasikan ajaran "Islam Kafah".

Gerakan Ikhwanul Muslimin dalam perkembangannya terbelah dalam 2 Arus besar.

Pertama, Madrasah Hudaybiyah. IM Madrasah Hudaybiyah (Tarbiyah/Formal) merupakan resmi gerakan IM yang komando gerakannya berada di tangan Mursyid Am di Mesir.

Kedua, Madrasah Quthbiyah (Radikal, tidak akomodatif). Gerakan ini mengembangkan jaringan jihad global.

Perpecahan ini sudah dimulai sejak meninggalnya Hasan Al Banna. Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah.

Ikhwan Hudaybiyah merupakan Ikhwan versi resmi. Secara internasional dikendalikan oleh Mursyid Am. Ikhwan Hudaybiyah tidak terlalu radikal. Ikhwan Hudaybiyah tetap mau menerima sebagian sistem modern, seperti partai politik, organisasi dsb. Namun dalam hal cita-cita politik Islam, mereka tidak pernah kompromi. Seperti halnya saat ini yang terjadi pergolakan di Mesir.

Kalau mereka mau menerima sistem sekuler, pada dasarnya hanyalah bersifat temporal. Tujuannya utamanya tetap, yaitu Daulah Islamiyah. Namun cara yang di tempuh bersifat non kekerasan. Mereka memanfaatkan instrumen demokrasi untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Pada mulanya, gerakan Ikhwan Hudaybiyah kurang mendapat sambutan. Namun kemenangan partai ikhwan di Aljazair, FIS, menjadii momentum penting jalur tarbiyah, moderat dan parlementarian dapat menemukan efektifitasnya. Model ini kemudian di terima secara luas di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Model ini menjadi katup penyelamat penting kala Ikhwan Quthbiyah sedang terpukul di beberapa negara.

Nah, bagaimana masuknya Ikhwanul Muslimin di Indonesia?. Bagaimana dengan PKS?. Di Indonesia, transmisi Ikhwanul Muslimin telah berlangsung pada dekade 1980-an melalui para aktifis Islam yang belajar di Timur Tengah. 2 Tokoh penting yang mengusung jalur ini, pertama adalah Rahmat Abdullah. Kedua Hilmi Aminuddin, yang sekarang menjabat Ketua Majelis Syuro PKS. Jika Muhammadiyah ada Film "Sang Pencerah", NU ada Film "Sang Kiai", PKS filmkan Rahmat Abdullah judul "Sang Murabbi". Hilmi Aminuddin inilah yang mempertemukan paham Ikhwanul Muslimin kepada aktifis Darul Islam (DI). Sehingga dalam perkembangannya terdapat tiga jalur penting yang menyebabkan ikhwan hudaybiyah tumbuh pesat di Indonesia.

Pertama, kelompok "Usroh" di kampus yang merupakan basis gerakan Hilmi Aminuddin bersama aktifis Darul Islam lainnya.

Kedua, alumni Timur Tengah, khususnya yang belajar di Mesir dan Arab Saudi penganut gerakan Ikhwan.

Ketiga, alumni LIPIA terutama dekade 1980an tatkala sebagian dosen LIPIA berasal dari Mesir penganut gerakan Ikhwan. Presiden PKS saat ini Anis Matta dan Gubernur Jabar yang diusung PKS A. Heryawan keduanya juga alumnus dari LIPIA.

Meskipun PKS diprakarsai oleh aktifis Ikwanul Muslimin, namun tidak semua anggota PKS mengikuti Ikhwanul Muslimin. Hanya pada lingkaran inti PKS didominasi oleh para aktifis Ikhwanul Muslimin. Sedangkan sayap tarbiyah dan hanif-nya terdiri dari beraneka latar belakang. Oleh karena itu, kader PKS dapat berasal dari manapun. PKS memiliki cita-cita mendirikan negara Islam ketika memimpin negara, karena ini merupakan cita-cita akhir Ikhwanul Muslimin di negara lainnya. Karena dalam partainya berusaha merangkul anggota dari latar belakang yang berbeda.

Hasan Al-Banna sendiri dulu berusaha mengakomodasi kelompok salafi, kaum tradisional dan kaum pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Dalam pertemuan internasional para anggota parlemen yang berasal dari Ikhwanul Muslimin di Jakarta pada bulan Februari 2007 telah menetapkan Jakarta sebagai sekretariat gerakan Ikhwanul Muslimin se-dunia. Hal ini menunjukkan bahwa PKS bagian dari Ikhwanul Muslimin. Tanda telah memiliki jaringan internasional yang memiliki tujuan bersama. Nanti dilanjutkan dengan kelompok aliran Salafi Jihadi.

Kelompok Aliran Dalam Islam (2)

Penyebaran Salafi Wahabi di Indonesia

Sebetulnya, terbunuhnya Osama tak berarti matinya ideologi radikalisme/terorisme berdasar Islam. Osama bukan pencipta ideologi radikalisme/terorisme. Sebab ini ideologi yang diciptakan oleh banyak orang dalam rentang waktu yang panjang. Setelah Osama Bin Laden terbunuh, radikalisme/terorisme tidak mati, meskipun memang mengalami penurunan sedikit.

Sekarang ini, kemungkinan pengikut-pengikut Osama mendapat momentum baru setelah kisruh di dunia Arab pasca "Arab Spring". "Jaringan Al-Qaidah mendapat momentum baru (via Jabhat al-Nusrah) di Syria, misalnya. Tergulingnya Presiden Morsi di Mesir mungkin saja memantik elemen-elemen radikal dalam Ikhwan untuk menempuh opsi kekerasan di sana. Taliban sekarang bangkit lagi dan mendeklarasikan perang terhadap pemerintah Pakistan.

Kelompok-kelompok radikal simpatisan al-Qaidah memang selalu diuntungkan jika terjadi kekacauan politik di sebuah negeri Muslim. Konsolidasi demokrasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah kunci negeri-negeri Muslim bisa menangkal radikalisme ala al-Qaidah. Di Indonesia, "radikalisme Islam" yang menempuh jalur kekerasan, belum mati. Sampai sekarang masih menjadi masalah keamanan yang tak main-main. Mengutip kata-kata Gusdur: "Islam itu seperti hutan, nampak dari kejauhan sama hijau, tapi bila kita memasukinya ada beragam jenis pepohonan".

Di Indonesia, Makin beragam model gerakan Islam yang masuk. Mereka sendiri terpecah-pecah, lalu memunculkan jenis-jenis aliran baru. Sasaran utama tentu kelompok terbesar, seperti Nahdlatul Ulama (NU). Warga Nahdlatul Ulama perlu mengenali gerakan-gerakan sesama umat Islam yang berbeda dengannya. Bukan karena bermusuhan dengan mereka, namun agar bisa lebih arif dalam menempatkan diri dan menyikapinya.

Kelompok yang masuk dalam kategori Islam mainstream di Indonesia adalah Islam moderat, antara lain: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain-lain.

Sedangkan Gerakan Islam Garis keras terdapat berbagai varian. Ada yang menggunakan jalur parlementer dengan mendirikan partai politik, jalur aksi sosial dan pendidikan, dan aksi kekerasan. Bahkan saat ini gerakan ini, mengembangkan jaringannya menciptakan sejumlah titik di berbagai negara. Termasuk di negara-negara sekuler dan maju.

Ideologi gerakan tidak lagi bertumpu pada konsep demokrasi, melainkan konsep umat. Dalam kerangka ini, wajah ideologi mereka tampak lebih radikal, terutama dalam menghadapi fenomena kapitalisme global. Gerakannya di dominasi oleh corak pemikiran skripturalism, fundamentalism atau radikal. Selain itu, secara parsial mengadaptasi gagasan dan instrumen modern seperti metode perjuangan, partai, IT, serta persenjataan modern.

Saat ini banyak jamaah-jamaah islam bermunculan di indonesia, namun secara makro ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Yaitu Salafi (dengan variannya), Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Syi'ah dan kelompok Jihadi.

Mari bahas satu-satu secara bertahap, karena banyak pembahasannya, jadi di bagi dalam berbagai 'episode'.

Kita mulai dari Salafi dulu.

Salafi adalah seseorang yang mengikuti manhaj salaf. Manhaj salaf adalah istilah untuk sebuah jalan yang terang dan mudah. Jalan yang di tempuh oleh para generasi Sahabat Rasulullah SAW, Tabi'in dan Tabiut tabi'in dalam memahami ajaran islam.

Orang-orang ini yang mengikuti manhaj salaf (Salafiun) biasa di sebut dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, di singkat ASWAJA di karenakan berpegang teguh kepada Al Qur'an dan as-Sunnah. Selain itu di sebut juga ahlul hadits wal atsar dan a-Firqatun najiyah.

Di Indonesia Salafi dan Salafiyah memiliki dua pengertian yang berbeda. Ini penting.

Salafiyah yaitu kelompok, pesantren atau ormas Islam yang kental dengan nilai-nilai tradisional lokal dan klasik. Berpegang pada al-Qur'an dan as-Sunnah serta bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. Dalam kelompok inilah selama ini pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dikenal, yang berarti klasik secara manhaji dan metode pengajarannya.

Sedangkan Salafi adalah kelompok, pesantren atau ormas islam yang berpaham Salafi (Wahabi) yang juga berpegang pada al Qur'an dan as-sunnah.

Salafi di Indonesia terdiri dari tiga kelompok. Yaitu Salafi Wahabi Yamani, Salafi Haroki (sururi) dan Salafi Jihadi.

Salafi Wahabi merupakan gerakan pemurnian ajaran Islam kembali kepada Al Qur'an dan Hadits. Yang di prakarsai oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab (1744 M). Gerakan Wahabi ini berkembang secara internasional melalui jaringan ulama-ulama wahabi dan dukungan dana dari kerajaan Saudi Arabia. Pendekatannya tekstual, literal, skripturalis, non politik, anti bid'ah dan khurafat. Kelompok ini dapat dikenali dalam gerakannya yang hanya untuk kepentingan ukhuwah islamiyah dan bukan kepentingan politik.

Persebaran gerakan Salafi Wahabi di indonesia dimulai pada awal dekade 1980-an. Dorongan utamanya adalah berdirinya LIPIA (lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). di Jakarta Selatan didirikan pada tahun 1400 H/ 1980 M. LIPIA merupakan cabang dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh di Indonesia. LIPIA pertama kali dipimpin oleh Syeikh Abdul Aziz Abdullah al Ammar, murid tokoh ulama Wahabi Syeikh Abdullah bin baz. Seorang saudara yang pernah mengenyam di LIPIA, sering bercerita pengalamannya 'nyantri' di LIPIA. Intinya di LIPIA pelajar di cetak menjadi Salafi Wahabi. Kata-kata semacam 'Thagut' menjadi santapan setiap hari bagi pelajar di LIPIA.

Alumni LIPIA angkatan pertama, kini menjadi tokoh terkemukan dikalangan Salafi. Diantaranya adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pesantren Minhajus sunnah, Bogor). Alumni Generasi pertama LIPIA: Farid Okbah (direktur al irsyad). Ainul Harist (Nida'ul Islam, Surabaya), Abubakar M Altawy (al-Sofwa, Jakarta), Ust. Ja'far Umar Thalib (mantan komandan Laskar Jihad). Adapun nama ketua FPI, Habib Rizieq Shihab, tercatat juga alumni LIPIA. Walaupun tidak menjadi Wahabi. Namun Habib Rizieq tampaknya telah mengadopsi mentalitas Wahabisme. Habib Rizieq menampilkan model Islam konfrontatif terhadap apa yang ia pandang maksiat atau kesesatan. Amar makruf nahi munkar. Sebagaimana ciri umum Salafi, generasi pertama LIPIA tersebut sangat anti kepada kelompok gerakan Islam yang lain seperti HT, IM dll.

Sedangkan Salafi Haroki adalah varian dari Salafi yang terpengaruh paham Ikhwanul Muslimin. Yang menerapkan sistem harakah (pergerakan) atau tandzim (sistem organisasi). Seperti al-Muntada al-Islamy, Ihyaut Turast al-Islamy, Al-Wahda, Darul Birr, Harakah Sunniyah Islamiyah, dan lain sebagainya.

Gerakan Salafi Haroki juga di sebut Salafi Sururi karena tokoh kelompok ini bernama Muhammad Surur bn Nayef (mantan tokoh Ikhwanul Muslimin). Muhammad Surur bin Nayef Zaenal Abidin berasal dari Syria memimpin sebuah Yayasan Al Muntada Islamiyah di London.

Salafi Haroki/Sururi tetap berpegang pada doktrin-doktrin dasar Salafi, namun tidak mengharamkan politik. Tokoh utama gerakan ini sebagian besar adalah oposisi pemerintah kerajaan Saudi Arabia, seperti Muhammad Surur bin Nayef bin Zainal Abidin. Gerakan ini sekarang bermarkas di Inggris dan Kuwait.

Salafi Haroki secara tegas menolak dan menentang modernisasi yang dianggap gagal dalam memperbaiki kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Khususnya yang terjadi di negara-negara muslim, bahkan sistem tersebut di pandang menjadi sumber kerusakan moral.

Kelompok Salafi sebenarnya dalam perkembangannya terpecah ke dalam beberapa varian. Sehingga sulit menempatkan satu kelompok menganut satu aliran sepenuhnya. Di Indonesia banyak sekali kalangan Salafi yang mendapat gelar Sururiyah atau yang mempunyai pandangan berbeda dengan Salafi Wahabi. Jadi tidak usah heran kalau kelompok Salafi ini gemar Takfir, karena di kalangan mereka sendiri mereka rentan bersebrangan dan berlawanan. Masih ingat bagaimana konflik Ustadz Jafar Umar Thalib versus Abubakar Ba'asyir. Parah sekali. Belum antar tokoh Salafi yang lainnya. Oleh karena modus pengembangan salafi berbasis pesantren, maka gerakan salafi di Indonesia umumnya bertabrakan langsung dengan warga NU. Bagian Salafi cukup sampai sini, nanti dilanjutkan dengan giliran Ikhwanul Muslimun atau IM (akrab terdengar Ikhwanul Muslimin).

Kelompok Aliran Dalam Islam (1)






Ketika mempelajari Kelompok Aliran Dalam Islam, saya menemukan grafik menarik dibawah ini. Dalam grafik terlihat bahwa pemeluk agama Islam terbagi atas 2 Kelompok Aliran besar yaitu Sunni (80%) dan Syiah (20%). 4 aliran utama Sunni, disebut mahzab, terdiri atas Syafi’i (29%), Hanafi (20%), Maliki (15%) dan Hanbali (15%). 


Diluar itu ada kelompok yang disebut Sufi, Khawarij dan Ortodok (aliran Ahmadiah termasuk didalamnya). Pengikut kelompok-kelompok terakhir ini tidak banyak. Pengikut mahzab Syafi’I banyak terdapat di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia), Maliki banyak di Afrika Utara (Mesir UEA, Kuwait), sedangkan Hanbali banyak di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Afganistan), didalamnya terdapat kelompok aliran Taliban. Pengikut Mahzab Hanbali banyak terdapat di Jazirah Arab (Saudi Arabia, Qatar, UEA), dimana kelompok aliran Wahabi, Salafi, Al Qaeda, ISIS termasuk diantaranya. Menarik untuk dibahas. 













Be A Driver, Don’t Be A Passenger!


Jika kita berkunjung ke danau Maninjau, salah satu rute paling indah adalah Kelok Ampek Puluah Ampek. Selain paling indah, juga yang paling sulit bagi para pengemudi dan berbahaya bagi para penumpang.Tapi dari rute ini kita bisa belajar mengenai perubahan.

Banyak perusahaan yang jatuh karena tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. CEO sebagai driver harus jeli mengemudikan perusahaannya agar sampai ke tujuan atau visi. Sebut saja Garuda Indonesia, maskapai plat merah ini sempat beberapa kali jatuh bangun, bahkan pernah dilarang terbang ke Eropa.

Berbagai sistem kemudian dirombak, pelayanan pada pelanggan ditingkatkan dan daya saing perusahaan digeber. Adalah tangan Emirsyah Satar (55), pria asli Minangkabau yang menjadi good driver di perusahaan ini. Hari ini Garuda Indonesia telah diakui dunia dan bergabung bersama Skyteam, salah satu aliansi penerbangan terbaik dan banyak prestasi lainnya.

Tentu banyak hambatan selama proses transformasi. Mulai dari jalanan terjal dan berliku, lubang yang menganga bahkan umpatan dari penumpang sendiri. Butuh kejelian dalam menjalaninya.Sama seperti melintasi Kelok Ampek Puluah Ampek. Perubahan di Garuda Indonesia, saya ibaratkan sebuah mobil yang melintas di jalanan ini.

Self-driving

Setiap manusia dianugerahkan kendaraan oleh Tuhan yaitu dirinya sendiri (self). Kita sendiri pulalah yang menentukan seperti apa kendaraan itu serta kemana arahnya (self-driving). Ini adalah sikap mental yang membedakan apakah orang itu paham betul falsafah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,’ dengan mereka yang tidak.

Emirsyah Satar adalah salah satu contohnya, seorang good driver yang memiliki daya dobrak. Bukan berarti tanpa hambatan, Emir pernah didemo oleh karyawannya sendiri namun justru berakhir manis ketika visi untuk bangkit itu disampaikan dari hati ke hati. Semua pihak justru ingin ikut terlibat dalam pesta perubahan.

Sebulan belakangan tak henti-hentinya saya menyampaikan tentang self-driving ke berbagai penjuru Nusantara. Baik di depan para eksekutif, pendidik, anak muda dan juga para orangtua. Ini adalah pemahaman yang diaplikasikan untuk mengasah inisiatif, kreativitas dan daya dobrak seseorang.

Kita diberi kemampuan untuk memecahkan masalah yang tanpa kita sadari jarang sekali kita gunakan. Zona nyaman dan keteraturan membuat kita seperti burung dara yang dijahit sayapnya; tak bisa terbang tinggi. Saya menyebutnya sebagai passengers. Hanya duduk tanpa mempedulikan risiko, boleh tertidur dan tidak harus tahu jalan. Standar yang dimiliki rendah sementara potensi kita adalah membelah langit bak seekor rajawali.

Anak-anak jangan dikekang

Saya dekat dengan dua pemuda asli Minangkabau, keduanya adalah mahasiswa saya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). Mereka adalah Jombang Santani Khairen (@JS_Khairen) dan Muhammad Alfatih Timur (@AlfatihTimur).

Akademik mereka cukup baik dan setelah lulus, mereka berdiskusi dengan saya menanyakan baiknya kerja di bidang dan perusahaan apa. Di tengah diskusi saya kaget, ternyata mereka memiliki kombinasi bakat, skil manajerial dan jiwa sosial yang bisa tenggelam apabila tidak disalurkan di tempat yang benar.

Alfatih misalnya, hari ini dia dan sahabat-sahabatnya berhasil mengembangkan sebuah situs social crowdfunding terbesar di Indonesia, kitabisa.co.id. Situs ini bisa adalah wadah untuk menghubungkan kebaikan bagi mereka yang ingin menyumbangkan waktu, mater, tenaga serta pikiran.

Tak seperti rekan-rekannya sesama kuliah yang memilih jalan populis untuk bekerja di perusahaan besar, Timmy, begitu saya memanggilnya, justru berkecimpung di dunia sosial. Hasil kerja kerasnya, diapresiasi tidak hanya di dalam negeri bahkan juga di luar negeri. Beberapa waktu lalu ia berhasil memenangkan sebuah kompetisi di Singapura. Penghujung tahun ini, Timmy akan bertolak ke Amerika Serikat untuk mempresentasikan buah karyanya.

Kemudian Jombang, anak ini memiliki panca indera yang tajam. Ia mampu melihat hal-hal yang tidak terlalu diperhatikan orang lain. Kreativitas yang ia miliki telah membawa namanya bergabung bersama deretan penulis handal Indonesia. Dalam kurun waktu 5 bulan, Jombang telah menerbitkan 2 novel lewat penerbit Gramedia. Novelnya pun dibaca dan diberi komentar oleh orang-orang hebat seperti Jokowi, Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Dian Sastro, Riri Riza dan sederetan nama lainnya.

Mereka memiliki daya dobrak dan mental good driver. Di awal-awal, sering kali saya mendengar curhatan mereka bahwa orangtua tidak terlalu sepakat dengan jalan yang kini mereka tempuh. Namun hari ini, orangtua mereka selayaknya berbangga. Mereka berhasil keluar dari perangkap passenger.

Mari kita renungkan, apakah kita sudah mendidik anak-anak kita menjadi good driver? Kita bermimpi mereka bisa menjadi pemimpin hebat, namun ini akan sulit jika semenjak kecil sudah kita kekang dengan kata ‘tidak boleh’ dan ‘jangan.’ Kita takut anak kita mencoba hal-hal baru.

Cobalah lihat mereka yang juara di kelas kebanyakan adalah anak yang penurut dan lancar menyalin isi buku ke kertas.Tanpa disadari kita telah membentuk mereka berdasarkan keinginan kita, bukan berdasarkan potensi mereka.

Jadilah ketika lulus dari universitas, mereka hanya menjadi sarjana kertas, hanya pandai memindahkan isi buku ke kertas. Ilmu mereka tidak pindah ke seluruh tubuh dan hanya tersimpan di otak. Tidak tangkas dan sering kebingungan ketika menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.

Anak-anak hari ini, hidup dengan suplai gizi, fasilitas serta akses pendidikan yang lebih baik. Creative dan critical thinking mereka dibentuk setiap waktu dari segala arah. Sungguh tidak bijak jika membiarkan para calon pemimpin ini terjebak dalam perangkap passenger.Sudah saatnya kita membuka mata dan memberikan kesempatan yang lebih luas tanpa memerangkap mereka.

Dari kecil mereka kita bedong, kita papah, dan kita tuntun. Jadilah mereka generasi yang ikut-ikut saja kata orangtua dan guru seperti burung dara yang dijahit sayapnya. Sekarang saatnya biarkan mereka menjadi rajawali. Be a driver, don’t be a passenger!

RHENALD KASALI

Pentingnya Presentasi


Apapun profesi kita, kemampuan membuat presentasi akan sangat berguna bagi karir kita, Seringkali momen presentasi adalah momen sekali seumur hidup: Presentasi sukses = pemenang

Presentasi gagal = pecundang. Begitu pentingnya momen presentasi ini hingga ada yang bisa mengubah nasibnya 180 derajat dalam satu presentasi.

Mengingat pentingnya presentasi ini maka kami sarankan teman-teman untuk mempersiapkan presentasinya sebaik mungkin. Sayangnya sangat sedikit diantara kita yang mampu membuat "presentasi yang meyakinkan", apalagi presentasi berkelas dunia.

Kita tahu Bill Gates dan Steve Jobs adalah jagonya membuat presentasi yang memukau. Sesungguhnya presentasilah kunci sukses mereka. Presentasi Bill Gates dihadapan petinggi-petinggi IBM adalah presentasi tersukses dunia. Bayangkan, Bill Gates bisa meyakinkan petinggi-petinggi IBM untuk menggunakan sistem operasi DOS-nya yang tidak dia miliki itu. Dan sejarah mencatat bahwa dari presentasi itulah dia kemudian berhasil menjadi orang terkaya di dunia.

Jadi, segala ketekunan, segala talenta, segala pengorbanan dan jerih payah tidak akan bernilai apapun saat presentasi kita jeblok. Namun sebaliknya, tanpa memiliki apapun kita bisa mengubah nasib diri bahkan nasib dunia hanya dengan suatu presentasi yang sukses.

Seorang yang hanya bermodal ide bisa mewujudkan mimpinya memiliki usaha sendiri jika sukses mempresentasikan idenya dihadapan para investor. Seorang karyawan bisa melesat karirnya ketika presentasi gagasannya bisa diterima pimpinan perusahaan. Bahkan seorang pencari kerja bisa dengan mudahnya diterima manakala dia sukses mempresentasikan dirinya pada perusahaan tempatnya melamar.

Seorang guru yang pandai membuat presentasi yang memukau tentulah akan menjadi guru yang sangat memukau pelajarannya. Seorang tenaga marketing yang bisa membuat presentasi yang mengunci closing tentulah menjadi marketing yang sangat sukses.

Mengingat demikian pentingnya presentasi, lantas mengapa kita tidak belajar membuat presentasi yang berkelas dunia? Kita seringkali menganggap sudah cukup bisa membuat presentasi dengan modal tool-tool dasar Microsoft Power Point. Padahal untuk bisa membuat presentasi berkelas dunia kita perlu lebih dari sekedar itu. Segala sesuatu memerlukan pemahaman detail.

Saya sendiri dulu sempat menganggap cukuplah punya dasar-dasar membuat presentasi biasa saja. Ternyata itu salah besar. Setelah belajar di workshopnya Dhony Firmansyah barulah saya menyadari betapa tidak memadainya kemampuan saya tersebut. Dan setelah belajar cara membuat presentasi berkelas dunia itulah saya merasakan bedanya. 


Bisnispun berkembang, tak ada lagi penolakan-penolakan dari klien. Semua berkat presentasi yang memukau dan mampu memaksa audience untuk setuju. Kita tidak tahu keajaiban apa yang akan kita dapatkan dari kemampuan membuat presentasi yang profesional itu. Namun yang bisa dipastikan adalah kemampuan membuat presentasi yang profesional akan sangat bermanfaat bagi profesi kita, apapun itu. Silahkan mengubah masa depan masing-masing dengan kemampuan membuat presentasi yang luar biasa.

Manfaat Makanan Bersifat Basa

Ada banyak cara untuk menggolongkan makanan. Salah satunya adalah berdasarkan sifat keasaman dan kebasaan yang terkandung oleh makanan. Makanan kita dicerna di dalam dua bagian saluran pencernaan. Pertama makanan itu masuk ke lambung dimana asam hidroklorida (HCl) di saluran lambung melakukan pekerjaan utama jika makanan itu utamanya bersifat asam. Dari sana makanan itu kemudian menuju duodenum (usus 12 jari). Di sini sekresi carian bersifat basa dari hati, pankreas, dan limfe menyelesaikan proses pencernaan dan membantu menetralisir cairan apapun dari lambung yang bersifat asam. Makanan yang dicerna terutama di lambung disebut makanan bersifat asam, sedangkan yang dicerna terutama di usus 12 jari disebut makanan bersifat basa. Sebagian besar makanan membutuhkan sebagian pencernaan asam dan sebagian pencernaan basa.

Keasaman memiliki andil dalam berbagai penyakit yang umum saat ini, seperti rematik, artritis, encok, radang, kanker, osteoporosis, diabeter, dan penyakit jantung. Keasaman menyebabkan organ-organ pembersih/pemurni darah seperti hati, limfe, dan ginjal menjadi lemah. Pasien yang sakit dapat lebih cepat pulih dari penyakitnya jika sebagian besar makanan mereka bersifat basa (dengan perbandingan 80:20). Umumnya lidah menginginkan makanan yang bersifat asam karena rasanya enak, sedangkan organ-organ pencernaan lebih menyukai makanan basa. Harus diingat bahwa penggolongan makanan ke dalam asam dan basa tidak berdasarkan “rasa” makanan itu dilidah. Misalnya, air jeruk nipis rasanya asam dimulut namun hasil akhirnya setelah dicerna bersifat basa karena air jeruk nipis tidak memerlukan cairan asam lambung untuk menguraikannya.

Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat basa :

Air, air jeruk nipis, air kelapa, teh herbal, madu, jus buah-buahan, jus sayur-sayuran, buah, sayuran berwarna hijau dan kuning yang tidak mengandung zat tepung/pati, sayuran berumbi (wortel, lobak cina, bit, dan singkong).

Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat asam :

Telur, Daging, ikan, makanan laut, unggas, makanan gorengan, biji-bijian yang diputihkan (beras putih, roti putih/terigu, mie putih), makanan olahan, gula putih, teh, kopi, dan minuman berkarbonasi.

[Sumber: Buku Diet for Health & higher Conciousness]